Menkominfo: RI Butuh Kapasitas Internet 0,9 Tbps di 2030
Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan Indonesia memerlukan kemampuan internet sampai 900 Gbps atau seputar 0,9 Tbps di tahun 2030 untuk seputar 150 ribu titik yang belum dapat dijangkau jaringan internet.
| Keselarasan Over Under dengan Handicap |
Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan Satelit Satria yang memiliki 150 Gbps akan melaju pada Q3 2023. Pada 3 September, konstruksi Satelit Satria sudah diawali.
"Prediksi keperluan satelit Indonesia tahun 2030 paling lambat pada 2035 sama dengan 0,9 Tbps yang waktu itu kita harap kecepatan jaringan di semua titik capai 20 Mbps," kata Johnny dalam pertemuan wartawan, Kamis (3/9).
Namun Satelit Satria disebutkan Johnny tidak cukup untuk mengalirkan internet berkecepatan tinggi di 150 ribu titik. Dengan kemampuan 150 Gbps, tiap titik cuma akan mendapatkan kecepatan 1 Mbps.
Melihat :Jalan Curam Indonesia Ke arah Merdeka Signal Internet 2020Oleh karenanya, Johnny menjelaskan faksinya merencanakan untuk mengeluarkan dua satelit lagi. Satelit ke-2 sesudah Satria mempunyai kemampuan 400Gbps.
"Di saat letakkan satelit ke-2 dengan kemampuan 400 Gbps kita mengharap kecepatan internet sama dengan 10 Mbps di tiap titik," kata Johnny.
Johnny menerangkan satelit ke-3 akan memiliki 500 Gbps, dia menerangkan kecepatan internet di tiap titiknya akan capai 20 Mbps.
Satelit bisa menolong pemerataan akses jaringan komunikasi serta internet broadband di semua Indonesia. Sekarang ini Indonesia masih mempunyai 150 ribu titik yang tidak bisa koneksi internet cepat.
Melihat :Jalan Berkelok Indonesia di Bagian TIKSatria ini akan memberikan dukungan beberapa daerah yang tidak dapat dijangkau jaringan tulang punggung (backbone) kabel optik Palapa Ring. Project ini dikerjakan pemerintah melalui Tubuh Aksesibilitas Telekomunikasi serta Info (Bakti).
Satria ini dibuat oleh Konsorsium PT. Satelit Nusantara Tiga dengan pembiayaan sebesar Rp6,9 Triliun dengan memakai pola Kerja sama Pemerintah serta Tubuh Usaha (KPBU).
Mengenai PT Satelit Nusantara Tiga ini terbagi dalam PT Pandai Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Dian Semesta Sentosa, serta PT Nusantara Satelit Sejahtera yang semua terhimpun dalam konsorsium PSN.
PT Satelit Nusantara Tiga sudah menunjuk Thales Alenia Ruang untuk produksi satelit Satria. Satria akan memakai roket bikinan SpaceX, Falcon 9.
LAPAN Bangun Roket untuk Luncurkan Satelit
